5 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Mata Tetap Fokus dan Mencegah Rabun Dekat
Artikel Kesehatan

5 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Mata Tetap Fokus dan Mencegah Rabun Dekat

7 Juli 2026 149 dilihat

Rabun dekat atau hipermetropia (hyperopia) adalah gangguan penglihatan yang menyebabkan benda yang berada di dekat mata terlihat buram, sedangkan objek yang jauh masih dapat terlihat lebih jelas. Kondisi ini terjadi karena cahaya yang masuk ke mata tidak difokuskan tepat di retina, melainkan di belakang retina. Rabun dekat dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa dan sering kali berkaitan dengan bentuk bola mata, faktor keturunan, maupun proses penuaan.

Meskipun tidak semua kasus rabun dekat dapat dicegah, menjaga kesehatan mata sejak dini dapat membantu mengurangi risiko gangguan penglihatan, memperlambat penurunan fungsi mata, serta menjaga kenyamanan saat beraktivitas sehari-hari. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

 

1. Istirahatkan Mata Saat Menggunakan Gadget

Menatap layar komputer, laptop, tablet, atau ponsel dalam waktu lama dapat menyebabkan mata bekerja lebih keras sehingga menimbulkan kelelahan mata (digital eye strain). Terapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter) selama minimal 20 detik. Cara sederhana ini membantu mengurangi ketegangan otot mata.

 

2. Gunakan Pencahayaan yang Cukup Saat Membaca atau Bekerja

Membaca di tempat yang terlalu gelap atau terlalu terang dapat membuat mata cepat lelah. Gunakan pencahayaan yang merata dan hindari pantulan cahaya langsung ke layar atau buku. Posisi cahaya yang baik membantu mata bekerja lebih nyaman dan mengurangi ketegangan saat melihat objek dekat.

 

3. Konsumsi Makanan yang Baik untuk Kesehatan Mata

Nutrisi memiliki peran penting dalam menjaga fungsi penglihatan. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, zeaxanthin, omega-3, dan zinc, seperti wortel, bayam, brokoli, ikan salmon, tuna, telur, jeruk, alpukat, dan kacang-kacangan. Pola makan bergizi seimbang membantu menjaga kesehatan retina serta jaringan mata.

 

4. Gunakan Kacamata Sesuai Resep Dokter

Apabila sudah didiagnosis mengalami rabun dekat, gunakan kacamata atau lensa kontak sesuai resep dokter mata. Menggunakan kacamata yang tepat membantu mata bekerja lebih ringan, mengurangi keluhan seperti sakit kepala atau mata cepat lelah, serta meningkatkan kenyamanan saat membaca maupun bekerja.

 

5. Lakukan Pemeriksaan Mata Secara Berkala

Pemeriksaan mata rutin penting dilakukan meskipun tidak memiliki keluhan. Pemeriksaan dapat membantu mendeteksi rabun dekat maupun gangguan mata lainnya sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Orang dewasa disarankan melakukan pemeriksaan mata secara berkala, terutama jika memiliki riwayat gangguan penglihatan dalam keluarga atau sering bekerja di depan layar komputer.

 

Gejala Rabun Dekat yang Perlu Diwaspadai

Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami beberapa keluhan berikut:

  • Penglihatan kabur saat membaca atau melihat benda dekat.
  • Mata cepat lelah ketika bekerja di depan komputer.
  • Sering menyipitkan mata agar objek terlihat lebih jelas.
  • Sakit kepala setelah membaca atau menggunakan gadget dalam waktu lama.
  • Mata terasa pegal atau tegang.

 

Faktor Risiko Rabun Dekat

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami rabun dekat antara lain:

  • Riwayat rabun dekat dalam keluarga.
  • Usia yang semakin bertambah.
  • Kelainan bentuk bola mata atau kornea.
  • Gangguan kesehatan tertentu yang memengaruhi mata.

 

Pemeriksaan untuk Menegakkan Diagnosis

Dokter mata dapat melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui kondisi mata, antara lain:

  • Pemeriksaan ketajaman penglihatan.
  • Tes refraksi untuk menentukan ukuran lensa yang sesuai.
  • Pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh menggunakan slit lamp maupun oftalmoskop bila diperlukan.

 

Penanganan Rabun Dekat

Penanganan rabun dekat disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa pilihan yang dapat diberikan dokter meliputi:

  • Penggunaan kacamata dengan lensa plus.
  • Lensa kontak sesuai indikasi.
  • Operasi refraktif, seperti LASIK, pada pasien yang memenuhi syarat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter mata apabila penglihatan dekat semakin buram, mata sering terasa nyeri, muncul sakit kepala berulang saat membaca, atau penglihatan terganggu hingga menghambat aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menentukan penyebab keluhan dan memberikan penanganan yang sesuai.

 

Kesimpulan

Rabun dekat merupakan gangguan penglihatan yang dapat memengaruhi kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik. Menjaga pola hidup sehat, mengistirahatkan mata secara teratur, memenuhi kebutuhan nutrisi, menggunakan kacamata sesuai anjuran, serta melakukan pemeriksaan mata secara berkala merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan mata. Jika muncul keluhan penglihatan kabur saat melihat benda dekat, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata.

 

Sumber:

  • American Academy of Ophthalmology (AAO). Hyperopia (Farsightedness).
  • National Eye Institute (NEI). Refractive Errors.
  • Mayo Clinic. Farsightedness (Hyperopia).
  • Cleveland Clinic. Hyperopia (Farsightedness).
  • MedlinePlus. Farsightedness.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Edukasi Kesehatan Mata.
Promo Promo
Promo Promo
Promo Promo
Promo Promo
Promo Promo
Geser untuk melihat promo lainnya