Mengenal Kanker Darah, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Artikel Kesehatan

Mengenal Kanker Darah, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

27 Agustus 2026 108 dilihat

Kanker darah merupakan kelompok penyakit yang menyerang sel-sel darah atau jaringan pembentuk darah, seperti sumsum tulang dan sistem limfatik. Kondisi ini dapat menyebabkan produksi serta fungsi sel darah terganggu sehingga memengaruhi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi, membawa oksigen, dan menghentikan perdarahan.

 

Kanker darah terdiri dari beberapa jenis dengan karakteristik dan penanganan yang berbeda. Karena itu, mengenali gejala sejak awal dan mendapatkan pemeriksaan medis yang tepat sangat penting agar penyakit dapat ditangani sesuai kondisinya.

 

Apa Itu Kanker Darah?

Kanker darah terjadi ketika sel-sel darah tumbuh dan berkembang secara tidak normal. Sel yang mengalami perubahan tersebut dapat berkembang tanpa terkendali dan mengganggu produksi sel darah normal.

Secara umum, kanker darah dapat dibagi menjadi beberapa jenis utama, yaitu leukemia, limfoma, dan multiple myeloma. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dan dapat memengaruhi bagian tubuh yang berbeda pula.

 

Jenis-Jenis Kanker Darah

Leukemia merupakan kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah, terutama sumsum tulang. Kondisi ini menyebabkan produksi sel darah abnormal yang dapat mengganggu pembentukan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang sehat.

Limfoma merupakan kanker yang menyerang sistem limfatik, terutama sel limfosit yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Limfoma dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening dan dapat berkembang pada berbagai bagian tubuh.

Multiple myeloma adalah kanker yang berasal dari sel plasma, yaitu salah satu jenis sel darah putih yang terdapat di sumsum tulang. Pertumbuhan sel plasma yang tidak normal dapat mengganggu produksi sel darah sehat dan memengaruhi kesehatan tulang serta organ lainnya.

 

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti sebagian besar kanker darah belum diketahui. Kanker dapat terjadi ketika terdapat perubahan atau mutasi pada materi genetik sel sehingga sel tumbuh dan membelah secara tidak terkendali.

Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko kanker darah, antara lain usia, riwayat keluarga tertentu, kelainan genetik, paparan radiasi atau bahan kimia tertentu, serta riwayat pengobatan kanker sebelumnya. Namun, memiliki salah satu faktor risiko tersebut tidak berarti seseorang pasti akan mengalami kanker darah.

 

Gejala Kanker Darah

Gejala kanker darah dapat berbeda tergantung jenis dan tingkat perkembangan penyakit. Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain:

  • Mudah lelah dan tubuh terasa lemah.
  • Demam atau sering mengalami infeksi.
  • Mudah memar atau mengalami perdarahan.
  • Kulit terlihat lebih pucat.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Berkeringat berlebihan terutama pada malam hari.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak kunjung membaik.
  • Nyeri tulang atau persendian.
  • Sesak napas pada kondisi tertentu.
  • Perut terasa penuh atau membesar akibat pembesaran organ tertentu.

Gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami kanker darah karena dapat ditemukan pada berbagai kondisi kesehatan lainnya. Namun, apabila keluhan berlangsung terus-menerus atau semakin berat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

 

Bagaimana Kanker Darah Diperiksa?

Diagnosis kanker darah dilakukan melalui pemeriksaan medis secara menyeluruh. Dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik, kemudian menentukan pemeriksaan lanjutan sesuai dengan gejala yang ditemukan.

Pemeriksaan dapat meliputi tes darah lengkap untuk melihat jumlah dan kondisi sel darah, pemeriksaan sumsum tulang, pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau PET scan pada kondisi tertentu, serta pemeriksaan khusus terhadap sel atau materi genetik untuk menentukan jenis kanker dan membantu memilih pengobatan.

 

Apakah Kanker Darah Bisa Dicegah?

Tidak semua kanker darah dapat dicegah karena sebagian faktor penyebabnya belum diketahui dan beberapa faktor risiko tidak dapat diubah. Namun, menjaga pola hidup sehat tetap penting untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, tidak merokok, menghindari paparan bahan kimia berbahaya jika memungkinkan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan apabila muncul keluhan yang tidak biasa.

 

Pengobatan Kanker Darah

Pengobatan kanker darah bergantung pada jenis kanker, kondisi pasien, stadium atau tingkat perkembangan penyakit, serta respons tubuh terhadap terapi. Dokter dapat menggunakan satu jenis pengobatan atau mengombinasikan beberapa terapi.

Beberapa metode yang dapat digunakan meliputi kemoterapi, terapi target, imunoterapi, radioterapi pada kondisi tertentu, serta transplantasi sel punca atau sumsum tulang. Pada beberapa jenis kanker darah dengan perkembangan yang lambat, dokter juga dapat melakukan pemantauan secara berkala sebelum memulai terapi tertentu.

Tujuan pengobatan dapat berbeda pada setiap pasien, mulai dari menghilangkan sel kanker, mengendalikan perkembangan penyakit, mengurangi gejala, hingga mempertahankan kualitas hidup pasien.

 

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Segera konsultasikan kondisi kepada dokter apabila mengalami keluhan seperti mudah lelah berkepanjangan, demam berulang, mudah mengalami perdarahan atau memar, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau pembengkakan kelenjar getah bening yang menetap.

Pemeriksaan lebih awal dapat membantu dokter mengetahui penyebab keluhan dan menentukan langkah penanganan yang sesuai. Semakin cepat suatu kondisi diketahui, semakin cepat pula penanganan yang tepat dapat diberikan.

 

Kesimpulan

Kanker darah merupakan kelompok penyakit yang memengaruhi sel darah dan jaringan pembentuk darah. Leukemia, limfoma, dan multiple myeloma merupakan beberapa jenis utama kanker darah. Gejalanya dapat berupa mudah lelah, infeksi berulang, demam, mudah memar, perdarahan, penurunan berat badan, hingga pembengkakan kelenjar getah bening.

Jika mengalami gejala yang menetap atau tidak biasa, jangan menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Diagnosis yang tepat diperlukan untuk menentukan jenis penyakit dan pilihan pengobatan yang paling sesuai.

 

Sumber:

  • National Cancer Institute (NCI). Leukemia.
  • National Cancer Institute (NCI). Lymphoma.
  • National Cancer Institute (NCI). Multiple Myeloma.
  • World Health Organization (WHO). Cancer.
  • American Cancer Society. Leukemia.
  • American Cancer Society. Lymphoma.
  • American Cancer Society. Multiple Myeloma.
  • Mayo Clinic. Leukemia, Lymphoma, dan Multiple Myeloma.
Promo Promo
Promo Promo
Promo Promo
Promo Promo
Promo Promo
Geser untuk melihat promo lainnya