Punggung Sering Sakit? Jangan Tunggu Parah Baru Periksa
Dibuat tanggal 9 Februari 20267
Nyeri punggung merupakan keluhan yang sering dialami oleh masyarakat usia produktif. Banyak orang menganggap kondisi ini sebagai hal biasa akibat kelelahan, kurang istirahat, atau terlalu lama duduk. Padahal, punggung yang sering terasa sakit dapat menjadi tanda adanya gangguan pada otot, sendi, atau tulang belakang. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, nyeri punggung dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.
Pada sebagian kasus, nyeri punggung memang dapat membaik dengan sendirinya. Namun, penting untuk mengetahui kapan keluhan tersebut masih tergolong ringan dan kapan perlu dilakukan pemeriksaan medis.
Mengapa Nyeri Punggung Sering Terjadi?
Gaya hidup modern menjadi salah satu penyebab utama munculnya nyeri punggung. Aktivitas kerja yang menuntut duduk dalam waktu lama, penggunaan komputer atau gawai tanpa memperhatikan postur tubuh, serta kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan otot punggung menjadi tegang.
Selain itu, kebiasaan mengangkat beban dengan posisi yang salah, berat badan berlebih, dan stres berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya nyeri punggung. Pada usia produktif, kombinasi faktor-faktor tersebut sering kali terjadi tanpa disadari.
Jenis Nyeri Punggung yang Umum Dialami
Sebagian besar nyeri punggung bersifat mekanis, yaitu berkaitan dengan otot, ligamen, sendi, atau tulang belakang. Nyeri dapat dirasakan sebagai pegal, kaku, atau rasa tertarik, terutama setelah duduk lama atau melakukan aktivitas tertentu.
Nyeri punggung dapat terjadi di bagian bawah, tengah, maupun leher bagian belakang. Pada kondisi ringan, keluhan biasanya akan berkurang setelah istirahat dan perbaikan kebiasaan sehari-hari.
Tanda Nyeri Punggung yang Tidak Boleh Diabaikan
Meski sering dianggap sepele, ada beberapa kondisi nyeri punggung yang perlu diwaspadai dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, antara lain:
-
Nyeri berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak membaik
-
Nyeri menjalar ke kaki atau disertai kesemutan
-
Terjadi kelemahan atau mati rasa pada tungkai
-
Nyeri muncul setelah cedera, jatuh, atau kecelakaan
-
Nyeri disertai demam atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas
Apabila mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Cara Mencegah Nyeri Punggung
Pencegahan nyeri punggung dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti:
-
Menjaga postur tubuh yang baik saat duduk dan berdiri
-
Mengatur posisi kerja agar ergonomis
-
Melakukan peregangan setiap 30–60 menit saat bekerja
-
Berolahraga secara teratur untuk memperkuat otot punggung dan perut
-
Menghindari mengangkat beban berat secara tiba-tiba
Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga kesehatan tulang belakang dalam jangka panjang.
Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri?
Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit dianjurkan apabila nyeri punggung sering kambuh, tidak membaik dengan istirahat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan dini dapat membantu mengetahui penyebab nyeri dan menentukan penanganan yang tepat sebelum kondisi bertambah berat.
Kesimpulan
Nyeri punggung memang sering terjadi pada usia produktif, namun bukan berarti harus diabaikan. Mengenali penyebab, melakukan pencegahan, dan memeriksakan diri sejak dini merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan tulang belakang. Jangan menunggu hingga nyeri semakin parah, karena penanganan yang tepat sejak awal dapat membantu mempertahankan kualitas hidup yang lebih baik.
